Uncategorized

Terperangkap Dalam Dunia Langganan

[Source](facebook)
Kemarin Wafa menemani kawannya Riva untuk membeli emas, dan Riva ngotot dan maunya di tempat langganannya.

Wafa menyarankan untuk beli di tempat lain saja.
Tapi dia tetap dengan keputusannya harus ditempat yang sama.

“Apa alasan kamu untuk membeli di langganan kamu ri?”

“Kalau mau jual tanpa surat pun, bisa jual tanpa sibuk mencari suratnya”.

“Baik! Tapi sebelum ke tempat langgananmu, ayo kita sekedar tanya saja di toko lain”, ajak Wafa.

“keputusan sama kamu, kamu mau beli di mana saja, saya tidak pernah punya hak untuk memaksamu”, tambah Wafa lagi

Dengan muka cemberut bak jeruk purut diterima juga ajakan Wafa.

Hmmm, “Kenapa kamu tidak senang ri?”, seperti melihat sesuatu di wajahmu”, tanya Wafa.

“Ga fa, senang kok, cuma ada rasa lain berpaling dari toko langganan”, kilah Riva.

“Berarti kamu nyaman ketika belanja di situ”, kata wafa.

“Ya karena pelayanannya bagus dan suka cara dia berbicara”, lanjut Riva.

“hahahaa”... wafa tertawa lepas karena jawaban riva.

“Dan sudah ri, jangan kamu lanjutkan lagi dengan alasan-alasan yang menurut saya tidak logis”, sambung wafa.

“Kamu selalu saja membuat saya merasa ga enak hati dan berdosa”.

“Sebenarnya, cuma mau ngasih tahu, kamu buka mata dong dan jangan terus bergantungan”.

Hidup kadang seperti terhipnotis atau sulit lepas dari sesuatu yang sebenarnya tidak bagus bagi kita.

“Bukan maksud mengguruimu ri, maaf ya!”,

“Dan kita mulai dari sini saja, yang dari sebelah kanan, biar kita bisa nyunnah hehehe“..

“Kamu tuh sok islami”

“Memulai itu harus dari sok loh, kalau ndak, ga akan jadi. Ibarat impian.

“Baik!”

“Bukannya kamu senang kalau saya yang kawanin kamu belanja? Karena jarang-jarang punya waktu untuk mengitari pasar bersamamu”.

“Senang, senang sekali karena seharusnya sudah pulang tapi hari ini harus mengitari beberapa toko”.

“Baik ri, kali ini saja ya, janji!” sambil menunjukkan wajah tak berdosa dan lugu.

“Tapi harga emas sama saja dari satu toko ke toko yang lain fa”.

“iya sama”, cuma beda 10 dan 20 ribu saja.

Dan hasil survey mereka berdua hari itu dengan diakhiri di toko langganannya, ternyata benar, harga lebih mahal di tempat langganannya sedikit dari pada yang lain.

Wafa merasa lega karena apa yang diperkirakan selama ini benar, kadang kita ngotot belanja ke suatu tempat dengan alasan langganan tidak mungkin menipu dan lain-lain.

“Ri, ini bukan jebakan Batmen ya! Ini berkali-kali saya lakukan penelitian, ceile penelitian hehehe..karena penasaran dengan suatu bacaan yang pernah saya baca.

Tapi pada hakikatnya, rezeki orang semua sudah diatur, mungkin saja langganan kita termasuk orang yang Allah mudahkan rezekinya.

Kita sebagai pelanggan harus punya hati juga untuk bisa berbagi, jangan sampai hanya karena alasan kenyamanan kita egois tidak bisa berbagi dengan yang lain.

Saya cuma ingat petuah Rasul Saw, kurang lebih begini ;”Kalau beli jangan beli terus menerus di tempat langganan kamu, kalau ditipu kamu tidak tahu, tapi lebih baik menghindari untuk bisa berbagi dengan yang lain juga”.

Siap! Besok berusaha untuk berbagi insyaallah, tapi ga janji, hihihi

“Dan satu lagi, ga akan ajak kamu jalan lagi, riweeeeuh euy“!..

Assiiik, sebenarnya juga menghindar dari ajakan kamu juga, tapi berusaha untuk tidak membuatmu kecewa saja, hehehe…ga kok, tulus dan ikhlas, sudah lelah masak sih ga ikhlas, sayangkan!, walau ikhlas hanya bisa dilafalkan tapi lagi-lagi itu hanya urusan kita sama Allah”.

“Yang penting, berbahagialah dengan kesempatan berharga ini sebelum saya hargai”.

Ih! sebel

“Jangan bilang senang betul!”

Selalu saja mengundang debat kusir kalau sama kamu..

“Makanya besok-besok jangan diajak lagi ya, biar ga capek sayanya keluyuran sama kamu”.

“Ga kok! Tapi tolong dicerna sedikit saja yang kita lakukan hari ini. Kasihan tuh toko berderet-deret kalau yang kamu datangin itu saja” hihihi

Perjalanan mereka diakhiri dengan menikmati es teler terkenal di kota tersebut. Dan setelah itu mereka memilih jalan pulang ke rumah masing-masing.

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *