Uncategorized

Meet Kaligrafer Who Admired (in Bilingual)

After all this time we make new friends in the virtual world, finally meet as well.

He was a khattath (kaligrafer) according to him still random but for me already proficient and professional

Much of the day he was trying to expand the space motion of calligraphy in the neighbouring country Malaysia.

Living in the neighbouring Country was difficult if we had expertise Arabic in jawi let alone kaligrafer. And even for those who mastered the Quran of course becomes income for a student who does not have a scholarship

As every year for sure events are held specifically for calligraphy. Not to mention every feast day, the wealthy and generous or specific agencies-agencies held an open house and one of them with a demo of calligraphy for visitors who trickle in.

And according to the brotjer whom I met not only calligraphy demo, there’s also the event wearing henna, and it is an additional event in addition to a great bite to eat that have prepared.

Back to the topic of our meeting. After a few days he was in Banda Aceh and also he had been turning briefly to Malaysia and Singapore in the feast takes his brothers streets.

After the return from there, he greeted me via messenger to get some coffee and sharing what our peers can. And I agree with curiosity with an energetic body in promoting of calligraphy in the neighbouring country.

And agree we met at Solong coffee located under the House Aceh UIN AR RANIRY. and I didn’t forget to invite the other Sorority to be mutual sharing of experience and for practice.

And there I was shocked by his deed in the form of a keychain written my name, I also wonder why two? As it turns out, the other is there a mirror behind him and can reflect.

I hope he can continue the calligraphy demo in Aceh but it turns out he says ;”for a short break at this time and all his belongings were already sold except pen and some ink only”.

And it turns out that his return would like to pioneer travel and other businesses. But the plan also will return to the neighbouring country if there is a request to populate the event demo of calligraphy and others.

I am always amazed by the artist and have always tried to follow whatever their work. Rather than follow them hehehe … Since I am not artsy and difficult to enter myself in a world of art which is still blank for me. knowing only the art connoisseur ;p

Bahasa Indonesia

Setelah sekian lama kami berteman di dunia maya, akhirnya bertemu juga.

Dia seorang khattath (kaligrafer) menurut dia nasih asal-asalan tapi bagi saya sudah mahir dan profesional.

Jauh hari sudah memantau gerak-geriknya dalam memperjuang khat (kaligrafi) di negeri jiran Malaysia.

Hidup di Negeri jiran tersebut tidaklah susah kalau kita mempunyai keahlian dalam bahasa arab jawi apalagi kaligrafer. Dan bahkan bagi yang menguasai Alquran sudah barang tentu menjadi income bagi seorang mahasiswa yang tidak mempunyai bea siswa.

Karena setiap tahun pasti adan even-even yang mengadakan khusus untuk kaligrafi. Belum lagi setiap hari raya, para orang kaya dan dermawan atau instansi-instansi tertentu mengadakan open house dan salah satunya dengan mengadakan demo kaligrafi untuk para pengunjung yang berdatangan.

Dan menurut adik yang saya temui tersebut bukan demo kaligrafi saja, ada juga acara memakai inai, dan itu merupakan acara tambahan selain makan-makan besar yang sudah disediakan.

Kembali ke topik pertemuan kami. Setelah beberapa hari dia di Banda Aceh dan sudah sempat juga dia balik sebentar ke Malaysia dan Singapura di hari raya mengantar saudara-saudaranya jalan-jalan.

Setelah kembalinya dari sana, baru dia menyapa saya via messenger untuk ngopi dan sharing apa saja yang bisa kami kongsi. Dan langsung saya setujui karena penasaran dengan sosoknya yang energik dalam mempromosikan kaligrafi di negeri jiran.

Dan sepakat kami bertemu di Solong Kafe yang terletak di bawah Rumah Aceh UIN AR RANIRY. dan saya tidak lupa mengajak mahasiswi yang lain untuk bisa saling sharing pengalaman dan untuk dijadikan pengamalan.

Dan di sana saya dikejutkan dengan pemberiannya berupa gantungan kunci yang ditulis nama saya, Saya juga heran kenapa harus dua? Ternyata, yang satunya ada cermin di belakangnya dan bisa bercermin.

Saya berharap dia bisa meneruskan demo khaligrafi di Aceh tapi ternyata katanya, untuk saat ini istirahat sebentar dan semua barang-barangnya sudah dijual kecuali pena dan sebagian tinta saja.

Dan ternyata kepulangannya ingin merintis travel dan usaha yang lainnya. Tapi rencananya juga akan kembali ke negeri jiran juga kalau ada permintaan untuk mengisi acara demo kaligrafi dan lain-lainnya.

Saya selalu kagum dengan seniman dan selalu berusaha mengekor apa saja karya mereka. Bukan mengekor mereka ya hehehe.. karena saya tidak berseni dan susah untuk mencebur diri dalam dunia yang masih blank bagi saya. maklum hanya penikmat seni;p

Salam Hormat

@rahmayn

 

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *