Uncategorized

ADA YANG MENGHILANG DI SAAT KAMI SIBUK DENGAN DUNIA KAMI

Saya di dapur sibuk membereskan sisa-sisa masak dan segera diangkut ke atas meja makan.
Tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu.

Mengintip sebelum membukanya karena selalu dipesan begitu sama ayahnya anak-anak; “jangan latah untuk buka pintu kalau ada yang mengetuk pintu, intip saja dulu dan pastikan siapa?”.

Dan ternyata tetangga saya yang rumahnya cuma beberapa rumah dari rumah saya. Mempersilakan masuk karena tidak sopan menyuruhnya berdiri dan ngobrol.

“Masuk kak!” Kata saya.

Dan dia pun bilang, “Saya datang untuk memastikan ada orang apa sudah pergi lagi?, selama beberapa hari saya sibuk dengan urusan dalam negeri”. Maksudnya urusan rumah.

“Iya kak, Alhamdulillah masih bisa bertemu karena beberapa hari ini sibuk di rumah saja sambil melayani beberapa tamu yang masih berdatangan karena ada yang mudiknya beda dengan yang lainnya”.

Menyuruhnya duduk dan minta diri ke belakang sebentar, saya menyiapkan air untuk tamu agung tersebut dan menyuguhinya sambil bercerita beberapa hal yang menyangkut urusan kampung dan hal-hal lain, tapi kami menghindar untuk sebisa mungkin tidak menggosip. Karena ketika bertemu dua orang yang ada kesamaan, misal; sama-sama satu kampung, maka hal yang selanjutnya akan terjadi adalah bercerita untuk si C yang tidak berada di tempat.

Terkadang dalam mengosip dan membicarakan orang lain sambil berdalih untuk mencari penyelesaian atau mengambil hikmah biar bisa terhindar dari hal yang menimpa si C, padahal, itu juga ghibah alias gosip karena membicarakan orang lain dibelakangnya dan sifatnya ghaib alias tidak berada di tempat.

Kita tahu orang yang suka menggosip itu seperti memakan bangkai saudaranya. Itu hanya gosip. Apalagi fitnah, itu lebih lagi imbalannyanya. Fitnah lebih kejam dari pada membunuh saudara kita. Tapi, masih juga disukai kita-kita, kenapa ya? Apa gosip itu renyah dan yummii?

Dan cerita “dari” menuju “ke” yang turun menurun itu dan berakhir dengan simpang siur. Dan bahkan, berlanjut lagi ke yang lain tanpa asbabul wurud dalam istilah hadis kalau sebab turun hadis dan asbabun nuzul dalam istilah untuk Alquran kalau sebab turunnya Alquran yang kita tahu.

Dan hal yang paling tidak mengasyikkan di dunia adalah menghindar, karena dengan menghindar akan timbul lagi pertanyaan kenapa dan dianggap acuh tak acuh dan tidak melayani orang dengan baik dan yang semacamnya.

Nanti ada pernyataan lagi yang muncul ;”Dia sih, ngundang dibicarain karena terlalu kaku, tertutup dan bla bla bla

Dan ingin dialihkan ke topik yang lain pun kalau dunia yang dijalani berbeda, juga susah, ujung-ujungnya gosip lagi. Dunia oh dunia! Tidak bisakah kita menghindar dari hal yang demikian?

Saya rasa banyak orang yang mampu menanganinya dengan sebaik mungkin hingga tidak terjatuh dalam lobang gosip yang menganga.

Dulu saya berfikir, suka bergosip itu hanya ada pada para perempuan tapi kenyataannya, ketika saya memasuki dunia laki-laki dan bertemu dan berteman dengan laki-laki, ada juga yang suka bergosip bahkan lebih parah. Itu sangat manusiawi, ya karena kita adalah makhluk tempat silap dan alpa.

Silap dan alpa tidak bisa dirubah? Bisa, kata Allah;
>”Innallaha la yughayyiru ma bi qaumin hatta yughayyiru ma bianfusihim

“Sesungguhnya Allah tidak merubah seseorang kecuali orang tersebut berusaha untuk mengubahnya”.

Kuncinya dimulai dari diri kita, semoga kita bisa dan kuat.

Yakin bisa 100 %? Pasti tidak bisa, cuma harus kita atur instrumennya lebih kecil, mengecil dan menghilang dengan sendirinya. Insyaallah kita bisa, selagi ada niat untuk melepaskan diri dari hal tersebut. Karena kata Allah,

>“Faiza azamta fatawakkal alallah” yang artinya; kalau kamu sudah berazam atau berkomitmen maka berserah dirilah kepada Allah.

Tidak ada yang mustahil di dunia ini, semua serba mungkin dan memungkinkan.

Setelah saya hanyut dengan beberapa pembicaraan dengan tetangga saya, ternyata ada yang menghilang dari penglihatan kami, anak saya yang kedua yang tadinya berlari-larian di samping kami. ternyata sudah tidak nampak lagi batang hidungnya.

Dan langsung detak jantung berdebar lebih kencang dan berusaha memanggilnya tapi tidak ada sahutan. Kami harap-harap cemas berdua dengan tetangga saya, karena yang lain lagi pada sibuk di luar.

Insting saya menyatakan dia di belakang, dan saya merapat ke belakang berusaha mengikuti kata hati. Dan ternyata oh ternyata! Dia sudah sibuk dengan cucian. Sangking seriusnya tidak terdengar panggilan kami.

Seraya mengucap Alhamdulillah karena bersyukur dia ada di sana, karena kekhawatiran yang lain pasti ada karena bisikan-bisikan khannas yang senantiasa menghantui.

Saya biarkan saja sampai selesai dengan cucian dan menjemurnya, karena kalau saya suruh berhenti pasti akan membuat dia tidak puas dan penasaran dengan hasil cuciannya dan yang paling mendominasi adalah kekhawatiran membuat dirinya malas nantinya karena semua pekerjaannya disekat dan dibatasi ketika kecil. Saya memilih untuk memantau saja.

 

Saya rasa, karena dia sudah bosan dengan pembicaraan kami dan dia berusaha mencari kesibukan. Dan yang lebih panas lagi ada unsur gosip mungkin hehehe… entahlah!

Salam Hangat

@rahmayn

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *