Info

INTERNASIONAL CONFERENCE OF ARABIC AT UIN AR RANIRY( in Bilingual)

<div class = “text-justify”>

After several days of participating the international confetence on Arabic, the variety of flavors is present, between sad and happy. Sad because why not from I used to upgrade themselves and faster Guide others to the Arabic language?, happy because Arabic has a tremendous privilege and is not owned by the other.

Actually it was already growing awareness and wild in mind since joined internasinal conference in Malang, Arabic and very interested in the presentation of Prof. Dr. Barbara which is a figure who is not a Muslim but she has been a professor in Arabic from there it’s been making a heart ashamed, during this often hear protege who lack confidence when asked: “What majors in College?”, certainly with a smile a little bit shy, reluctantly opens the mouth and barely audible answer If they learn in Arabic department.

It is unfortunate indeed, but what can they want to? Because, often they are thrown from their chosen majors and did not pass. Eventually that should be taught in advance is the science of Psychology language for forging themselves and stay strong when it clashed with the nature which were not ready at hand.

Back to Prof. Barbara, though not because of her religion he learnt Arabic but said, “the Arabic language is the source of civilization and culture, if the Muslims more than that, she continued again because all the basic level of the deed in Islam is speak Arabic. ”

And that makes me surprised with Prof. Barbara, she eloquently say the Arabic alphabet in communication like the Arabs. Without vibration vibrating tongue.

And when seminars in Yogyakarta also I met again those lovers of Arabic, and progressively increase the faith and conviction that the Arabic language was important even very important. And it feels like to teach students to love Arabic like a love that never died out and the dark edible time.

And the tremendous opportunity strikes again when the international conference for Arabic language back in Aceh, I don’t follow the step for ebbing the event. The event was held at the UIN AR-RANIRY during the week and make the heart spur faster to bring the happy hormones to keep always loves Arabic until death separates the soul with the body. But the Arabic for Islamic people indefinitely, starting from birth with heard azan and when any grave in nature was asked: “Man rabbuka?” with an Arabic as well. That’s a glimpse of the Arabic language in the life of Muslims.

“Learning Arabic means we learn of civilization”, so said the presenters when extending their term papers. And among the pundits, one of which I met Dr. Ali Ma’yuf from Saudi Arabia and met with one of the author of the book Al-Lughah Al-Arabiyah Baina Yadaik. And previously also present presenters of Southeast Asian representative of the forum from Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia and Singapore.

And I also participate to present papers in accordance with the levels of my less capability. Important should try because the most expensive in life is experience.

Gratitude thank God the show is doing well, as expected, the participants of the conference came from all corners, because an international conference. From Egypt, Sudan, Tunis, Saudi, Oman and others, were from Indonesia, starting from Sabang to Merauke.

Bahasa Indonesia
Setelah beberapa hari mengikuti seminar internasional Bahasa Arab, macam-macam rasa hadir, antara sedih dan senang. Sedih karena kenapa tidak dari dulu saya mengupgrade diri dan lebih cepat membimbing orang lain bisa Bahasa Arab?, Senang karena Bahasa Arab itu memiliki keistimewaan yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh yang lain.

Sebenarnya kesadaran itu sudah tumbuh dan liar di pikiran semenjak ikut seminar internasinal Bahasa Arab di Malang, dan sangat tertarik dengan presentasi Prof. Dr. Barbara yang merupakan sosok yang bukan beragama islam tapi dia sudah Profesor dalam Bahasa Arab, dari situ sudah membuat hati malu, selama ini sering mendengar anak didik yang kurang percaya diri kalau ditanya: “kuliah di mana?”, pasti dengan senyuman sedikit malu, enggan membuka mulut dan nyaris tidak terdengar jawabannya kalau dia kuliah di Bahasa Arab.

Sangat disayangkan memang, tapi apa hendak dikata? Karena, seringnya mereka terlempar dari jurusan pilihan mereka dan tidak lulus. Akhirnya yang harus diajarkan terlebih dahulu adalah ilmu psikologi bahasa untuk penempaan diri dan tetap kuat ketika berbenturan dengan alam yang tidak siap dihadapi.

Kembali ke Prof. Barbara, walau bukan karena agama dia belajar Bahasa Arab tapi, katanya: “Bahasa Arab adalah sumber peradaban dan kebudayaan, kalau orang islam lebih dari itu, lanjutnya lagi karena semua dasar perbuatan yang dikerjakan dalam Islam adalah berbahasa Arab.”

Dan yang membuat saya terkejut dari Prof Barbara ini, dia fasih mengucapkan huruf Arab dalam komunikasi layaknya orang Arab. Tanpa getaran yang menggetarkan lidahnya.

Dan ketika seminar di Jogja juga saya bertemu lagi orang-orang pecinta Bahasa Arab, dan semakin menambah keimanan dan keyakinan bahwa bahasa Arab itu penting bahkan, sangat penting. Dan rasanya ingin mengajar para pelajar untuk mencintai Bahasa Arab layaknya cinta yang tidak pernah pupus dan lekang dimakan waktu.

Dan kesempatan yang luar biasa dahsyat lagi ketika seminar internasional untuk Bahasa Arab kembali hadir di Aceh, Saya tidak menyurut langkah untuk mengikuti acara tersebut. Acara yang diadakan di UIN AR-RANIRY selama satu minggu dan membuat jantung terpompa untuk menghadirkan hormon-hormon bahagia untuk tetap selalu mencintai Bahasa Arab sampai ajal memisahkan jiwa dengan raga. Tapi bahasa Arab bagi orang Islam tanpa batas, dimulai dari lahir dengan diazankan pakai Bahasa Arab dan ketika di alam kubur pun ditanya: “man rabbuka?” dengan bahasa Arab juga. Itulah sekilas tentang Bahasa Arab dalam kehidupan umat islam.

“Belajar bahasa Arab berarti kita belajar peradaban”, begitu kata para pemateri ketika membentang makalah mereka. Dan di antara para pakar salah satunya saya bertemu Dr. Ali Ma’yuf dari Saudi dan bertemu dengan salah satu pengarang buku Al-Lughah Al-Arabiyah Baina Yadaik. Dan sebelumnya juga hadir pemakalah dari forum Asia Tenggara perwakilan dari Brunai Darussalam, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dan saya juga ikut serta mempresentasi makalah sesuai dengan kadar kemampuan yang dimiliki. Yang penting harus mencoba karena yang paling mahal dalam hidup adalah pengalaman.

Syukur Alhamdulillah acara berjalan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan, para peserta seminar berdatangan dari berbagai penjuru, karena seminar bertaraf internasional. Dari Mesir, Sudan, Tunis, Saudi, Oman dan lainnya, jika dari Indonesia dimulai dari Sabang sampai Merauke.

</ div>

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *