Uncategorized

More sadly died on the mother of the deceased father (in Bilingual)

<div class=”text-justify”>

Didatangi anak kecil ini, membuat hati sembilu, beberapa waktu lalu ibunya meninggal, karena komplikasi sakit perut dan hamil. Komplikasi? Karena muntaber tidak berhenti dan terjadinya secara tiba-tiba dan beliau sedang hamil 3 bulan.

This little boy came up, making the heart sad, some time ago, her mother died due to complications of abdominal pain and pregnant. Complications? Because of the vomiting doesn’t stop and the occurrence of sudden and he was pregnant 3 months.

Kondisi si ibu yang hamil 3 bulan membuat kami panik, dan terpaksa keluar masuk rumah sakit. Tapi belum juga sembuh, setelah pemeriksaan lanjut harus dibawa ke Banda Aceh, setelah beberapa malam di sana dan keputusan terakhir demi menyelamatkan si ibu, Dokter mengambil keputusan untuk melakukan kuret janin demi menyelamatkan si ibu.

The condition of the mother who got pregnant 3 months made us panic, and were forced to exit sign in the hospital. But it has not yet been recovered, after further examination should be taken to Banda Aceh, after a few nights there and the last decision for the sake of saving the mother, doctors decided to perform the curette the fetus for the sake of saving the mother.

Tapi subuh pukul 4.00 WIB handphone adik ipar saya berbunyi, dan perasaan saya membisiki sesuatu yang tidak mengenakkan, saya memutuskan tidak bertanya dan hanya diam saja, ternyaga benar adanya, dia memanggi ummi saya yang sedang berada di ruang tengah dan mengabarkan kalau kakaknya sudah meninggalkan kami semua.

But the next day at 4.00 PM my brother-in-law mobile phone rang, and my feeling says something not went sour, I decided not to ask and just quietly enough, turns out to be true it is, he calls my mother who was in the living room and If his sister is already spreading left us all.

Sampai jenazah datang belum tahu apakah sudah dikuret atau belum? Karena melihat keluarganya saja, sudah menguras air mata. Kehidupan beliau yang sehari-harinya tidak banyak bicara, sesekali saja dan yangbsuka senyum, membuat para karib kerabat dan para tetangga kehilangan.

Until the bodies are coming don’t know is it taken or not? Because seeing her family, already drained of tears. His daily life is not much to say, just once in a while and who likes to smile, make the close relatives and neighbours lost.

Sungguh, ajal kita adalah keputusanNya, tidak tahu kapan berakhir, baru tadi siang sehat bugar malam sudah meninggal, baru saja makan nasi tapi setelahnya terkulai lemas menghadapNya. Mati adalah rahasia Ilahi yang tidak pernah kita tahu kapan berakhir?

Indeed, God decision is we don’t know when the new ending, last night during the healthy fit is dead, just eat rice but subsequently sagged limp before him. Divine Secrets of the dead is that we never know when it ends.

Kakak adik ipar saya itu, umurnya 40 tahun, dan beliau sedang mengandung anak ke-delapan tapi ajal sudah menjemputnya, anak yang terakhir beliau berumur 2 tahun. Yang membuat sedih anak-anaknya yang masih kecil dan tidak tahu kemana ibunya pergi? Ketika anaknya nanya: “Kemana nyanyak?” Yang menjawab hanya mampu berkata:” pergi mangaji atau geujak beut istilah kami setempat. Tingkah polahnya meneteskan air mata siapa saja yang melihatnya.

Adik ipar laki-laki saya, usia 40 tahun, dan dia adalah anak kedelapan tapi dia sudah menjemputnya, dia adalah putra dari 2 tahun terakhir. Itu membuat sedih, masa kecil dan tidak tahu kemana perginya ibunya? Ketika putranya bertanya: “dimana ibu?” Jawabannya hanya bisa mengatakan: “lafalkan quran atau geujak beut dalam istilah lokal kami. Dia merobek liku-liku siapa pun yang melihatnya.

Dan kemarin sakit saya dikunjunginya, dan lagi-lagi sesak di dada setiap melihat diri tapi, apa yang bisa kita lakukan? Semuanya adalah suratan takdir yang tidak pernah dimintanya untuk orang yang berkasih, dan tidak bisa pula berkata, “tunggu saja sampai usia 4 tahun atau lainnya”.

Dan dia mengunjungi saya kemarin sore, dan lagi di dada sesak masing-masing melihat dirinya tetapi, apa yang bisa kita lakukan? Semuanya adalah takdir seseorang yang tidak pernah meminta orang tercinta yang hilang, dan juga tidak bisa berkata, “tunggu sebentar sampai usia 4 tahun atau lebih.

Cukuplah kematian menjadi panggilan untuk diri kita untuk tidak sombong dan menemukan diri Anda, karena bukan karena kami bertanggung jawab untuk siapa-siapa yang dapat menghapus sesuai prediksi semudah keinginan kita.

Cukuplah sampai mati menjadi pengingat bagi diri kita untuk tidak menjadi sombong dan merasa diri Anda sangat baik, jika bukan karena perbuatannya kita tidak ada orang yang dapat melakukan prediksi semudah sesuai keinginan kita.

Di pojok terduduk lemas kemarin, entah terlalu cengeng atau apalah, sementara sesekali milirik dirinya yang mengeluarkan ibu, ibu adakah segalanya, melamunkan ibu seperti menjalani kehidupan, karena tidak ada ibu yang kehilangan ibu. Kasih sayang yang berbeda, sama keduanya sama-sama dibutuhkan.

Duduk di sudut pincang kemarin, entah terlalu cengeng atau sesuatu, sambil sesekali melihat dirinya yang kehilangan ibunya, ibu adalah ibu kehilangan segalanya, seperti kehilangan nyawa, karena kehilangan ayah yang tidak begitu sedih kehilangan ibu. Kasih sayang keduanya berbeda, meski keduanya sama-sama dibutuhkan.

Tapi satu hal yang saya lihat, rasa bergantungan lepas begitu saja, mungkin memang Allah cabut rasa memiliki di cermin dan tidak terus menerus dalam kesedihan, karena ia lebih kuat dan tidak lagi seperti saya. Setiap keputusan yang terbaik, kita hanya bisa mengubah takdir dengan doa dan usaha.

Tetapi salah satu hal yang saya lihat, rasa ditangguhkan, mungkin memang Tuhan memiliki di dalam hati rasa putus hubungan dan tidak terus menerus larut dalam kesedihan, karena secara fisik dia lebih kuat dan bukan cengeng seperti saya. Setiap pemberian keputusan adalah yang terbaik, kita hanya bisa mengubah nasib dengan doa dan usaha.

</ div>

 

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *