Uncategorized

Rujak u groeh Indrapuri (in bilingual)

<div style=’text-align:center;’> Pukul 14.00 WIB berangkat dari Banda Aceh menuju Pidie, saya memilih santai di jalan dan sambil menikmati panorama alam yang terbentang luas.

Sampai di Indrapuri, singgah menikmati rujak u groeh atau kelapa putik, eh! Ga tahu kata yang lebih cocok mengindonesiakannya.

Rujaknya nih sudah penasaran dari beberapa waktu yang lalu, dari cerita mulut ke mulut.

Dan yang membuat lebih penasaran karena kak @alaikaabdullah yang jauh pulang dari Bandung dan salah satu agendanya mau mencicipi rujak u groeh tapi karena waktu terbatas belum terlaksana hingga kembali ke Bandung.

Dan sebelum ini juga pernah baca tulisan @ihansunrise dan semakin mengebu-ngebu lagi untuk menikmatinya, berhubung kemarin itu menempuh jalan searah dan singgahlah di Indrapuri, setelah dilihat sepi pembeli karena siang hari langsung cus minggir, dan sebelumnya pas sore hari, ramai sekali pembelinya. Dan mengurungkan niat untuk menikmatinya.

Dan setelah memesan rujak dan air kelapa muda, menunggu beberapa saat dan dia menjelma di hadapan, rasanya luar biasa, di luar ekspektasi saya, pertama sekali saya makan rujak u groeh, waktu kecil buatan ibu saya.

Dan dari rasanya seperti ada rasa perasan jeruk nipis yang membuat rasa semakin fresh, selain dari rasa asam jawa dan gula merah yang sangat kental. Pedasnya yang sangat cetar di lidah dan menambah penasaran dengan suapan selanjutnya.

Benar-benar fresh dan sangat lezat untuk pecinta rujak dan yang ingin bersantai ria dengan keluarga tercinta. Saya sendiri menikmatinya karena faktor kebetulan dan menjawab rasa penasaran setelah sekian lama.

Dan setelah menghabiskan sepiring rujak, perut kenyang, terasa begah dan nyaris mau minta ampun untuk tidak melanjutkan lagi minum air kelapa muda. Dan memutuskan untuk membungkuskannya saja.

Bagi yang belum pernah makan, segera merapat ke Indrapuri sebelum u groeh punah dan langka hehehe…

Setelah menikmatinya sekali, pasti ingin kembali lagi untuk menikmatinya lagi. Dijamin insyaallah. Enak di lidah dan aman di perut.

 

English

At 14.00 GMT departure from Banda Aceh Pidie towards, I chose relaxing on the road and while enjoying the panoramic view of the sprawling nature.

Until in Indrapuri, stopped enjoying the rujak u groeh or Palm pistil, eh! Don’t know a more suitable word in Indonesia.

This Rujak ya’ve been curious of some time ago, from the mouth.

And that makes more curious because kak @alaikaabdullah far back from Bandung and one of his agenda want to sample the rujak u groeh but because of the limited time have not done until back to Bandung.

And before this also ever read the writings of @ihansunrise and getting mengebu-ngebu again to enjoy it, seeing as yesterday it direct roads and stop in Indrapuri, when deserted because buyers direct daytime cus to step aside, and before fitting the evening lively, once purchasers. And undo the intention to enjoy it.

And after ordering the Rojak and young coconut water, wait a few moments and she incarnated before, it feels wonderful, beyond my expectations, first of all I am eating rujak u groeh, a small artificial time my mother.

And from there it was like the taste of the juice of lemon that makes sense the more fresh, aside from the taste of tamarind and brown sugar that is very thick. Its spiciness which is very cetar on the tongue and add a curious with next bribes.

Really fresh and very tasty for lovers who want to relax and rujak ria with beloved family. I myself enjoy it due to coincidence and answer the curiosity after all this time.

And after spending a dish of Rojak, abdominal fullness, felt begah and barely want to ask forgiveness for not continue longer drink young coconut water. And decided to just wrap it up.

For those who haven’t been eating, Indrapuri rivals immediately before u groeh extinct and rare hehehe …

After enjoying it all, definitely want to come back again to enjoy it again. Guaranteed insyaallah. Tasty on the tongue and secure in the stomach. </div>

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *