Uncategorized

Karena sejatinya hidup adalah menunggu

Menunggu selalu dikaitkan dengan kata membosankan, sehingga lahir kata “waiting is boring”, ketika menunggu kita dihadirkan rasa gelisah tidak menentu dan meratapi keadaan, ketika keikhlasan dicabut dalam menunggu pasti akan membosankan dan menyebalkan.

Ada baiknya ketika menunggu, harus mempunyai stok kesabaran selain stok buku yang disukai, stok makanan dan apa yang disukai tentunya.

Hari ini ketika menunggu yang belum berdatangan di tepi Tambak, memanfaatkannya dengan menikmati kesendirian dengan memotret alam sekitar.

Dan ternyata sudah lama tidak menikmati menyepi di alam begini, sangat syahdu dan hanya terdengar desiran angin dan kicauan burung.

Sambil sesekali melirik pesan WhatsApp untuk memastikan yang datang dan menikmati obrolan grup kawan seangkatan dulu, dan ternyata salah satu kawan kami baru saja mengalami gempa di Lombok.

Dan seseorang memastikan keadaan kawan yang di Lombok.

“Teh Umi gimana kabarnya sekeluarga?diberita ada gempa nih..”

“Mudah-mudahan Allah selalu jaga dan semua baik-baik.”

Dan Langsung dibalas sama yang di Lombok

“Iya, kami lagi di hotel (dengan peserta liqoat ulama), gedung-gedung semua bergetar. Tanah juga goyang-goyang, seperti kita mabuk saja. Orang-orang berhamburan. Yang di tingkat atas, keluar ke balkon sambil pasrah menengadahkan tangan. Saya gendong Hilal, dan seraya berdoa, ya Allah! Jangan cabut nyawa kami hari ini…” 😭😭😭

“Saya jadi ingat gempa tsunami….” tambahnya”

“Alhamdulillah, kami semua baik. Yang parah adalah penduduk di bawah kaki Gunung Rinjani.”

Semoga Allah kuatkan saudara yang sedang musibah di Lombok, dan berita di atas saya dapat ketika menunggu, seandainya tidak ada acara menunggu, saya akan melewati berita tersebut.

Menunggu memang fitrah kita di dunia ini, lahir menunggu membesar, duduk menunggu untuk berdiri, hidup menunggu mati, aktifitas sehari-hari tidak akan pernah terlepas dari penantian demi penantian.

Bangun Pagi menunggu Siang, Siang menunggu Malam, Malam menunggu Pagi, begitu saja sampai seterusnya dan semua itu berproses sangat cepat sekali.

Dalam bekerja pun harus menunggu, menunggu awal bulan, menunggu naik jabatan, menunggu sertifikasi bagi yang menunggunya dan lain-lain.

Tidak bekerja pun kita harus menunggu, menunggu suami, anak-anak pulang dari Sekolah, menunggu kering jemuran dan menunggu yang lainnya.

Terima kasih hari ini yang telah membuat saya menunggu dan bisa mengambil hikmah dari menunggu, melatih kesabaran dan ketenangan untuk terus berharap, dan akan menunggu kejutan-kejutan selanjutnya.

Kalau menurut kalian, enak ga sih menunggu? Punya pengalaman menunggu? Eits, Jangan menunggu yang tidak pasti kalau tidak ingin kecewa, tapi bagiNya semua memungkinkan, optimislah! Keep fighting!!

Setelah sekian lama tidak berurusan dengan blog akhirnya kesampaian juga menyapa lagi, Alhamdulillah atas kesempatan ini ya Allah. Karena merupakan anugerah terindah ketika kita masih bisa hidup dan menghirup oksigen gratis dariNya. Dan yang membuat hati bahagia lagi, bertambah lagi wadah yang merupakan sarana untuk menyampaikan sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain. Sharing is caring... Dan menulis merupakan salah satu obat untuk menyembuhkan dan mengobati luka yang menganga bagi penderita. Bahkan, menjadi wadah berbagi rasa bagi mereka yang ingin berbagi dan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yihuuyy.... saya punya blog, I am blogger right now! Thank for a chance, saya akan menulis dan menulis apa yang tersirat tersurat dan bermanfaat tentunya Saya yang berbahagia With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *